Diduga Istri Seorang Pejabat Bapeda Menjual Pupuk Bersubsidi UREA Dan PHOSNKA Melebihi HET


Diduga Istri Seorang Pejabat Bapeda Menjual Pupuk Bersubsidi UREA Dan PHOSNKA Melebihi HET

MEDIAANDALAS.COM, MESUJI LAMPUNG – Diduga Maraknya Pupuk Bersubsidi jenis UREA dan PHONSKA yang di jual melebihi harga (HET) dengan adanya kelangkaan Pupuk Subsidi tersebut malah di jadikan Ajang Untuk memperkaya diri sendiri di Desa Simpang Mesuji,Kecamatan Simpang Pematang Kabupaten Mesuji,Lampung.

“Sorang istri Pejabat Bapenda Kabupaten Mesuji telah menjual pupuk Urea seharga Rp. 185000 artinya kios tersebut menjual melebihi harga HET yang telah d tentukan pemerintah”. jelas ketua harian DPP lipan Joni zantoni

“Seharusnya (KM) selaku Kepala Bapeda Pemerintah Kabupaten Mesuji mengerti aturan tentang pupuk bersubsidi tapi malah membiarkan istrinya menjual pupuk bersubsidi melebihi harga HET”. tambah ketua harian DPP Lipan Joni Zantoni

Saat tim awak Media mencoba turun kelapangan tempat penimbunan pupuk bersubsidi dan non subsidi, mengkonfirmasi kepada pembeli langsung ke toko Dharma Tani yang toko tersebut terletak di Desa Simpang Mesuji, Kecamatan Simpang Pematang Kabupaten Mesuji, “Saya cuma beli mas 4 sak, 1 saknya seharga Rp. 185000 pupuk Phonska dan Urea” ungkap SR selaku pembeli yang menyampaikan secara langsung kepada awak Media di tempat.

Saat di konfirmasi Oleh awak Media ke pegawai toko di tempat” 1 sak Phonska harga Rp. 130000, sedangkan Urea Rp. 115000 per sak nya”, jelas Karyawan toko Dharma Tani.

Otomatis penjelasan dari karyawan toko tidak sesuai dengan penjelasan pembeli, adanya penyimpangan soal harga yang tidak sesuai dengan yang di terima pembeli.

Saat awak Media memasuki ruko tempat penyimpanan pupuk tersebut, di temukan puluhan Ton pupuk Bersubsidi dan Non Subsidi yang di timbun di dalam ruko tersebut.

Jika mengacu pada peraturan menteri pertanian. (PERMENTAN) NO 10. Tahun 2022. Tenang penetapan alokasi dan harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi berkisaran Rp.2.250/kg untuk jenes urea, sedangkan untuk NPK hanya Rp. 2.300/kg.

1. Surat keputusan Menteri nomor 70/MPP/kep/2/2003 tentang pasal 11 februari 2003 tentang pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian.

2. Peraturan Menteri perdagangan nomor 15/M-DAG/PER/4/2013 tentang pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian secara nasional mulai dari lini 1. Sampai dengan lini IV.

3.Peraturan Menteri pertanian nomor 01 tahun 2020 tentang alokasi dan harga eceran tertinggi pupuk bersubsidi sektor pertanian tahun anggaran 2020.

4.Peraturan Menteri pertanian Republik Indonesia nomor 49 tahun 2020.
Tentang alokasi dan harga eceran tertinggi pupuk bersubsidi sektor pertanian 2021. Peraturan menteri nomor. 41 tahun 2021, tentang penetapan alokasi dan harga eceran tertinggi pupuk bersubsidi sektor pertanian.

6. Surat Menteri pertanian nomor 200/M/12/2021 tanggal 17. Desember 2021.
Tentang alokasi pupuk bersubsidi TA. 2022.

Keputusan Menteri pertanian nomor 771/KPTS/SR.320/M/12/2021.
Tentang penetapan harga eceran tertinggi (HET).

Tim Media berharap kepada Aparat Penegak Hukum (APH), terkait maraknya penyimpangan Pupuk bersubsidi yang melampaui batas harga HET, dan di mohon Dinas Pertanian kabupaten Mesuji untuk menindak tegas kios yang ada di Simpang Pematang.
(Tim)

Berita Terkait

Top